Ananda bisa membaca merupakan suatu hal yang membanggakan bagi ananda sendiri dan juga bagi orangtua. Namun banyak orangtua yang suka memaksakan ananda dalam belajar agar ananda bisa cepat membaca, padahal kemampuan dan tipe belajar setiap anak itu berbeda, sudah barang tentu penangann antara satu anak dengan anak yang lainpun berbeda. Di bawah ini ada beberapa tipe anak dalam belajar.
Tipe anak dalam belajar membaca
Mengajarkan membaca juga tentu ada tekniknya. Sebelum mulai mengajari membaca, lebih baik jika kita mengenali dulu bagaimana sebenarnya tipe berpikir anak kita. Banyak anak yang mengalami kesulitan membaca, padahal masalah sebenarnya ada di teknik mengajarnya.
a. Special Learner
Anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak special learner, dimana mereka membutuhkan teknik-teknik pendekatan khusus dan berbagai modifikasi dalam pengajaran.
Special karena mereka memiliki keterbatasan dalam hal fisik, mental, sosial dan emosinya, sehingga mereka juga memerlukan layanan pendidikan khusus atau bimbingan belajar yang spesial agar dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin, dan bimbingan belajar yang spesial terpaut pula dengan media belajar khusus, sesuai dengan keterbatasan yang mereka miliki.
b. Visual Learner
Anak lebih cepat dan kuat hafalannya jika diajarkan dengan simbol yang menarik dan tegas.
Kemungkinan besar anak akan kesulitan belajar membaca di sekolah umum yang kebanyakan sistem KBM-nya (Kegiatan Belajar Mengajar) tidak bersahabat dengan anak-anak visual learner. Padahal anak-anak visual learner adalah pembelajar cepat dan rata-rata memiliki ingatan yang kuat. Untuk mengajarinya membaca, justru kita harus memanfaatkan kekuatan visualnya. Pergunakan gambar-gambar dan logo. Ajak mereka untuk memvisualisasikan apa yang dibaca. Rata-rata anak visual learner dapat membaca sendiri tanpa diajari hanya dengan melihat. Secara otomatis mereka menghafal dan mempelajari pola.
c. Audience Learner
Anak lebih cepat dan tertarik jika disampaikan dengan penyampaian kalimat yang jelas keras dan berulang. Dan hal ini kini adalah mayoritas di dunia, yaitu sistem fonetik.
Sistem ini mengajarkan mengenal huruf lewat cara mengucapkannya, a=a, b=be, c=ce, dsb. Teorinya memang untuk cara pikir otak yang berbeda seharusnya digunakan teknik belajar yang berbeda pula, tetapi di dunia nyata hampir semua sekolah sekarang mengajarkan baca dengan sistem fonetik.
Tanamkan Budaya membaca
Yang penting untuk ananda bukanlah mengajar membacanya, tetapi mengajarkan budaya membaca. Maka dari tiu selain mengajarkan membaca, sebaiknya ananda sering juga dibacakan cerita atau membaca buku cerita bersama-sama orang tua, karena belum tentu anak yang bisa membaca lebih dahulu akan suka membaca pada akhirnya.
Banyak hal positif yang bisa didapat dengan banyak membaca, seperti syaraf otak akan terlatih, dan terkondisi sehingga akan cepat memberikan respon dan memperlancar proses berpikirnya, karena banyak membaca jadi banyak tahu. Dengan banyak membaca ibaratnya ia mendapat petunjuk jalan, sehingga tidak bingung.
“Kehebatan daya cipta adalah berkat rajin membaca sehingga kekayaan serta kebahagiaan apapun dapat dicapai orang yang banyak pengetahuan.” (Sir george Bernad Shaw seorang tokoh yang sering menulis di majalah Islamic Revuer).
Sesungguhnya Rasulullah Saw memulai kesuksesanya denganperintah dari Tuhannya untuk membaca. “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan.” (Q.S. Al- 'Alaq : 1).
Cahaya Mentari Kreatif
No comments:
Post a Comment