Mengasuh anak adalah proses untuk mendukung dan membentuk perkembangan fisik, emosi, sosial, dan intelektual anak, sejak masa kandungan hingga menjelang dewasa. Biasanya pengasuh anak adalah orangtua biologisnya sendiri, walau sering juga ditemukan pengasuh adalah kerabat keluarganya, atau orang lain yang tak mempunyai hubungan biologis. Tanggungjawab paling utama dalam pengasuhan anak adalah orangtua biologisnya, lalu kerabat keluarganya, lalu pemerintah atau lingkungan dan komunitas sosial.
Faktor-faktor yang menentukan bagaimana perkembangan anak terbentuk ditentukan oleh beberapa hal, yaitu: genetis, makanan, lingkungan, dan pendidikan. Dalam ajaran Islam, semua ini sangat ditekankan dan diatur dengan baik agar generasi-generasi baru dapat tumbuh berkembang dengan baik. Dimulai dari pemilihan pasangan, pemilihan makanan, pemilihan pergaulan, dan tempat pendidikan terbaik.
Ibu adalah madrasah awal bagi anak, itulah yang diajarkan oleh Rosulullah tauladan ummat Islam. Pendidikan anak bukan berawal dari sekolah, tetapi dari ibunya. Tanggungjawab terpenting pendidikan anak bukan pada lembaga pendidikan, tetapi ada pada orangtua/walinya. Anak belum tentu akan menjadi anak yang cerdas jika dimasukkan ke sekolah mahal, tetapi anak pasti akan menjadi cerdas jika diajarkan oleh orangtua/wali yang cerdas. Mahalnya fasilitas serta alat-alat belajar tidak menentukan anak akan menjadi lebih kreatif. Tetapi bimbingan yang penuh dengan kreatifitas akan membimbing anak menjadi penuh dengan ide dan jalan keluar.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ
Rasulullah saw. bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi. Sebagaimana seekor binatang yang melahirkan seekor anak tanpa cacat, apakah kamu menemukan kekurangan dalam tubuhnya? (HR. Abu Hurairoh, Muslim, At-Tirmizi, Abu Dawud)
Pemilihan lingkungan bergaul yang baik adalah lebih utama, karena seorang anak itu bagaikan kertas putih. Jika kertas itu akan ditulis dengan tinta merah makan akan tertoreh tinta merah, jika digambar urek-urekan maka akan jadi gambar urek-urekan, jika dituliskan ayat-ayat Al-Qur'an maka akan tertulis kalimat-kalimat suci, dan berbekas hingga akhir hayatnya. Jangan salahkan anak jika ternyata dia terbentuk menjadi anak yang tidak sesuai harapan, karena anak hanya mengikuti apa yang dia dapat dan pelajari.
Asupan makanan sangat ketat dalam Islam, segalanya harus terjaga dari hal-hal syubhat apalag haram. Baik itu dari jenisnya, cara perolehannya, juga asalnya. Jenis makanan-makanan yang haram sudah sangat jelas terlarang, dan yang syubhat harus dihindari. Cara untuk memperolehnyapun harus terjaga agar menggunakan proses cara-cara yang halal. Lalu sumbernyapun harus jelas tidak dari tempat-tempat terlarang seperti tempat maksiat, perjudian, riba, atau hal-hal yang bertentangan dengan Islam. Begitu terjaganya hingga Allah berpesan kepada hamba-hambaNya agar menjaga diri dan keluarga dari neraka, karena walau sepotong kecil daging yang ada di tubuh jika berasal dari yang haram pasti akan dimasukkan kedalam neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌۭ شِدَادٌۭ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim/66:6)
Yang terpenting dari semua faktor dalam membentuk anak adalah pemilihan orangtua yang terbaik bagi anak-anak. Islam mengajarkan agar memilih wanita berdasarkan dari 4 hal, yaitu: kecantikannya, kesuburannya, kekayaannya, dan kesholehannya. Lalu menekankan agar point sholeh menjadi titik paling utama, karena faktor inilah yang paling menentukan generasi terbaik Islam. Begitu juga halnya dengan para orangtua/wali wanita, jika ada seorang lelaki sholeh yang melamar seorang wanita maka jangan menolaknya. Faktor sholeh ini sangat penting, lebih penting dari faktor fisik dan harta. Dengan kesholehan seseorang maka faktor makanan, lingkungan, serta pendidikan akan terjaga pada track yang Allah ridhoi. Bahkan jika ada seorang lelaki yang jelas sholeh, jika dia mampu menikah lagi maka lebih baik demikian, karena insyaAllah akan semakin banyak terlahir generasi-generasi sholeh yang baru.
Konsep Islam dalam menumbuh-kembangkan generasi-generasi baru lebih terfokus pada pembentukan ummat yang kuat yang berlandaskan iman. Bukan hanya sekedar berkasih sayang, tetapi juga menjaga agar ummat tetap diperkuat oleh manusia-manusia tangguh yang bersandar hanya kepada Allah. Seandainya segala nafkah yang diberikan kepada anak dan istri tidak terjaga dari yang haram, maka kelak akan tumbuh hal-hal yang tidak diridhoi Allah dari tubuh dan pikiran mereka. Seandainya anak hanya diserahkan kepada lembaga pendidikan dan orangtuanya berlepas, maka tunggulah ketika anak menjauh dari orangtuanya, atau sebaliknya. Seandainya kecantikan fisik lebih menjadi tolak ukur, maka tunggulah ketika saatnya kecantikan itu pudar dan berganti dengan hal-hal yang tidak disukai, dan anak-anak menjadi pelampiasan buruk. Seandainya suatu keluarga hanya dilandasi dengan cinta, maka akan hancurlah keluarga jika kepala keluarga yang memang sholeh hendak menikah lagi untuk menguatkan ummat dengan generasi yang kuat. Oleh karena itu, landasan iman haruslah lebih utama, dan kesholehan yang lebih pantas menjadi bahan pertimbangan. Agar anak-anak menjadi generasi-generasi muslim yang kuat.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًۭا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Dinullah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) Din yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Ar-Rum/30:30)
Cahaya Mentari Kreatif
No comments:
Post a Comment