2013/03/19

Butuh Lebih Dari Cinta

Dahsyatnya kekuatan cinta mampu mendorong dan menggerakkan seseorang dengan suatu kekuatan yang tidak disangka sebelumnya. Memang telah diakui, bahwa cinta mampu memberikan itu. Bahkan menggerakkan hingga keluar dari batasan-batasan yang tak terduga. Tetapi banyak hal yang tak hanya butuh kekuatan, tetapi juga perencanaan matang, perhitungan rinci, dan fondasi kuat. Sedangkan cinta bersifat tak mau menunggu dan mudah tersakiti. Apakah yang akan terjadi jika cinta sudah tersakiti?
Butuh lebih dari cinta, untuk membentuk akhlak, untuk membina keluarga, untuk membangun ummat, apalagi mengokohkan peradaban agung. Jika hanya bermodalkan cinta, bahkan banyak peradaban hebat yang runtuh hanya karena cinta tersakiti. Apalagi keluarga? Apalagi individu? Perasaan dapat dengan mudah dipermainkan hingga merusak lainnya.
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ ...
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ash-Shomad (Tempat segala sesuatu bergantung padaNya) ... (QS. Al-Ikhlas/112:1-2)
Ajaran Islam mengajarkan agar segala hal hanya bergantung pada Allah saja, karena hanya Allah yang paling mampu dan paling kuat, karena Allah penguasa alam semesta dan penggenggam jiwa-jiwa manusia. Gunakan metode dengan teori-teori yang Allah dan RosulNya ajarkan. Jalani praktek yang Allah perintahkan, dan RosulNya contohkan. Serahkan proses segala sesuatu pada mekanisme menurut sunnah-sunnahNya. Lalu untuk perasaan individu, titipkan setiap rasa kepadaNya, termasuk cinta, benci, rindu, sebal, juga rapuh dan galau.
Sungguh hebat orang yang jika berdoa kepada Robbnya dengan doa seperti ini: "Duhai Robbku, aku titipkan diriku dan orang-orang yang aku cintai kepadaMu. Maka bimbinglah kami kepada ridhoMu, dan selamatkan kami dalam menjalaninya". Segala sesuatunya telah dititipkan kepada Allah, jika berjalan baik pasti karena kehendak Allah, jika berjalan buruk pun karena kehendak Allah pula. Jika iman tidak berperan penting, maka manusia tersebut dapat terjerumus dalam buruk sangka kepada Allah. Iman yang kuat akan menyelamatkannya, karena segala perlindungan pun datangnya dari Allah juga.
Kehebatan manusia sering berasal dari perpaduan antara akal dan rasa. Tetapi kerusakan manusia juga lebih sering dari terkalahkannya setiap segi manusia oleh rasa. Maka waspadalah dengan apa yang dirasa, karena akan sering mengecoh arah tujuan. Lindungi ruang-ruang perasaan dengan perisai iman. Sehingga yang menjadi raja bukan lagi perasaan, tetapi iman yang berasal dari cahaya hidayah Allah.
Kehebatan perasaan yang dipandu oleh iman jauh lebih hebat dari perasaan yang tanpa petunjuk. Karena iman akan menerangi arah jalan yang akan diraba oleh perasaan. Ketika rasa ini berpadu dengan akal, maka akan meninggikan segi-segi kemanusiaan pada puncaknya, labih tinggi dari yang tanpa panduan iman. Dan juga iman akan menjadikan fondasi kuat ketika perasaan rapuh datang menghujam.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا كَلِمَةًۭ طَيِّبَةًۭ كَشَجَرَةٍۢ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌۭ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ ﴿٢٤﴾ تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ﴿٢٥﴾ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍۢ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍۢ ﴿٢٦﴾ يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّـٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ﴿٢٧﴾
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Robbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrohim/14:24-27)
Perasaan yang terjaga iman mampu menahan godaan yang paling halus menyelusup seperti nafsu dan kesukaan. Atau menguatkan hati ketika tersakiti seperti wanita sholihah yang mendukung poligami. Atau mendorong dan melesatkan kinerja aktifitas ketika rasa malas membelenggu. Atau menajamkan pandangan ketika kelelahan mendera dan meluap. Kekuatan, ketahanan, ketabahan, keharmonisan, kesejukan, keindahan, serta kesyukuran, semuanya akan menjadi belipat-lipat kali jika dengan sentuhan iman. Karena iman datangnya dari hidayah Allah, tak dapat dicari, tak dapat diberi, tak dapat diwarisi.
Sungguh cinta itu hebat, tetapi lebih hebat lagi cinta yang berhiaskan iman, karena mampu membuat segalanya menjadi lebih indah, dan mampu menahan rasa sakit yang paling sakit. Ketahuilah, bahwa cinta sejati adalah mencintai Allah. Mencintai selainNya hanya figura saja.

No comments: